siang yang panas namun berhawa sejuk sukses mengantarkanku terlelap diatas bantal lebah kesayanganku. seharian mengikuti proses ini dan itu menjadi pendukung alasan kuat bagiku tuk tak keluar kamar dan selimutkupun semakin erat mendekapku. tiba-tiba semua kenyamananku itu terganggu oleh bunyi nada dering sms dari hpku. hhhfffft,... dengan perasaan geram bercampur kesal aku melepaskan diri dari buaian selimutku. sebenarnya ada rasa enggan tuk meraihkan tangan guna menhangkau hp tersayang itu. namun bunyi tadi membuatku susah untuk memulai tigur kembali dgn nyaman (padahal biasanya juga tidurlover). aku membuka mataku dengan malas dan kulihat layar hpku dgn genit dan cerianya menampilkan tulisan " 1 pesan, dari M ****"... huuhhh da pa sih mas ini,.. ku pencet tombolnya dan segera kubaca isinya, "(Nak, sdh siang, ayo makan dan tdur siang)kata itu yg sering diucapkan bundaku waktu kecil. pd dewasa ini tak ada lagi kaat seperti itu. Met istirahat..". sejenak aku terdiam setelah membaca isi sms itu. buakn terdiam karena ucapan slamat istirahatnya, melainkan karena ucapan sebelumnya. aku jadi ingat betapa siang ini aku telah meyianyiakan sebuah kenikmaatn besar. dari pagi hingga siang ini tadi ibuku sibuk membuatkan puding buah dan es buah dengan harapan setiba aku dirumah, aku melahap dengan senang. namun yg terjadi aku malah berkata "aku capek buk, mau tidur dulu ja, natr ja dimakan sore2". mungkin saat itu ibuku kecewa namun rasa sayang dan pengertiannya padaku mengalahkan kekecewaan itu, sehingga beliaupun berkata "nanti esnya keburu g enak, tp yaudahlah,istirahat ja dulu".
setelah membaca sms itu aku, aku teringat, betapa selama ini aku telah menyianyiakan kenikmatan siang ini. kenikmatan mendapat perhatian dan kasih sayang ibundaku.saat aku berada di tempat kos dulu, aku sangat merindukan saat2 seperti ini, tetapi siang ini akumalah menyianyiakan.bagaimana jika saat tidur, alloh tidak mengijinkanku membuka mata lagi? tentu aku tidak akan mempunyai kesempatan membehagiakan ibuku walau dengan cara melahap habis masakannya. disaat yang sama dengan saat itu, sebagian temanku mungkin masih sibuk berada di kampus atau ditempat bekerja demi menjalankan tanggung jwab mereka yang tentunya mereka pun juga sanagt ingin segera pulang dan menyantap masakan bunda mereka, sebagian lain, yang kos misalnya, tentu merasakan hal yang sama.
aku sadar selama ini jika aku pulang dari tempat kos, aku selalu menghabiskan waktuku menyendiri di kamarku, kerna aku menganggap aku rindu dengan kesendirianku dan aku melupakan fakta bahwa orang tuaku tentu ingin bercengkrama denagnku sepeerti saat dulu aku masih kecil.
sms itu membuatku sadar bahwa saat kita tengah berada seruamh dengan orang tua adalah saat yang paling banyak untuk membahagiakan mereka. karena tidak ada jaminan kita masih bisa bertemu dengan mereka lagi walau hanya sedetik kelak. saat aku masih masih menjadi siswi, setiap pagi dgn ikhlas dan penuh semangat ibu bangun lebih pagi dari yg lain dan sudah repot sendiri di dapur, dengan harapan jangan sampai aku berangkat ke sekolah tanpa sarapan. dan ketika semua sudah terhidang, aku dgn gampang mengatakan "aku gak sarapan bu, dan kesiangn ni ntar telat" dan kembali rasa sayang dan penegrtiaannya padaku mengalahkan rasa kecewanya hingga beliau masih sempat berutanya "nanti siang mau dimasakin apa?" aku menjawab " terserah, apa aja",
"apa aja ntar gak selera, gak mau makan"
"nanti pasti aku makan, ni buru2" dan tidak jarang, saat siangnya karena terlalu sibuk les ini dan itu, aku hanya pulang untuk ganti baju lalu berangkat lagi.
Padahal seharusnya,aku menyiapkan semuanya lebih pagi agar bisa membuat ibuku bangga masakannya aku lahap dengan senang, karena saat itu adalah ibadah paling mudah dan gampang, hanay dengan membuatnya lega jerih payahnya tidak sia-sia, sudah berpahala bagiku,.. batapa aku telah mengingkari ibadah2 kecil (dan sgt mudh dilakukan bahkan menyenangkan) terhadap org tua ketika serumah dengan mereka.
aku beranajak dari kamar tidurku segera melahap makanan yg telah disiapkan ibuku lalu menghampiri ibuku yang tengah tidur. tanpa berkata aku lalu tidur pula disampingnya dan memeluknya. Subhanalloh, alhamdulillah, maih bisa seperti ini bersama ibu,..
untuk mas **** trima kasih sudh bersedia menjdi jalan bagi salah satu hidayah dariNya untuk ku agar senantiasa bersyukur dan lebih mencintai ibuku,.
setelah membaca sms itu aku, aku teringat, betapa selama ini aku telah menyianyiakan kenikmatan siang ini. kenikmatan mendapat perhatian dan kasih sayang ibundaku.saat aku berada di tempat kos dulu, aku sangat merindukan saat2 seperti ini, tetapi siang ini akumalah menyianyiakan.bagaimana jika saat tidur, alloh tidak mengijinkanku membuka mata lagi? tentu aku tidak akan mempunyai kesempatan membehagiakan ibuku walau dengan cara melahap habis masakannya. disaat yang sama dengan saat itu, sebagian temanku mungkin masih sibuk berada di kampus atau ditempat bekerja demi menjalankan tanggung jwab mereka yang tentunya mereka pun juga sanagt ingin segera pulang dan menyantap masakan bunda mereka, sebagian lain, yang kos misalnya, tentu merasakan hal yang sama.
aku sadar selama ini jika aku pulang dari tempat kos, aku selalu menghabiskan waktuku menyendiri di kamarku, kerna aku menganggap aku rindu dengan kesendirianku dan aku melupakan fakta bahwa orang tuaku tentu ingin bercengkrama denagnku sepeerti saat dulu aku masih kecil.
sms itu membuatku sadar bahwa saat kita tengah berada seruamh dengan orang tua adalah saat yang paling banyak untuk membahagiakan mereka. karena tidak ada jaminan kita masih bisa bertemu dengan mereka lagi walau hanya sedetik kelak. saat aku masih masih menjadi siswi, setiap pagi dgn ikhlas dan penuh semangat ibu bangun lebih pagi dari yg lain dan sudah repot sendiri di dapur, dengan harapan jangan sampai aku berangkat ke sekolah tanpa sarapan. dan ketika semua sudah terhidang, aku dgn gampang mengatakan "aku gak sarapan bu, dan kesiangn ni ntar telat" dan kembali rasa sayang dan penegrtiaannya padaku mengalahkan rasa kecewanya hingga beliau masih sempat berutanya "nanti siang mau dimasakin apa?" aku menjawab " terserah, apa aja",
"apa aja ntar gak selera, gak mau makan"
"nanti pasti aku makan, ni buru2" dan tidak jarang, saat siangnya karena terlalu sibuk les ini dan itu, aku hanya pulang untuk ganti baju lalu berangkat lagi.
Padahal seharusnya,aku menyiapkan semuanya lebih pagi agar bisa membuat ibuku bangga masakannya aku lahap dengan senang, karena saat itu adalah ibadah paling mudah dan gampang, hanay dengan membuatnya lega jerih payahnya tidak sia-sia, sudah berpahala bagiku,.. batapa aku telah mengingkari ibadah2 kecil (dan sgt mudh dilakukan bahkan menyenangkan) terhadap org tua ketika serumah dengan mereka.
aku beranajak dari kamar tidurku segera melahap makanan yg telah disiapkan ibuku lalu menghampiri ibuku yang tengah tidur. tanpa berkata aku lalu tidur pula disampingnya dan memeluknya. Subhanalloh, alhamdulillah, maih bisa seperti ini bersama ibu,..
untuk mas **** trima kasih sudh bersedia menjdi jalan bagi salah satu hidayah dariNya untuk ku agar senantiasa bersyukur dan lebih mencintai ibuku,.
